Share - Life - Techno

Lowongan Kerja Terbaru, Lowongan Kerja BUMN, Download Vector, Koran Gratis, Desain Grafis, Tips Blog, Tips IT, Artikel Pendidikan, Artikel Sejarah, Artikel Islam, Update Patch PES6, Dangdut Academy3

Namamu Akasha

Pada suatu pagi, aku dan putraku berjalan jalan untuk menghirup udara segar di sekitar lereng merapi, sesampainya di sebuah hutan kecil, kami berhenti sejenak untuk beristirahat. Kami berdua duduk disebatang dahan tua yang telah roboh dan basah oleh embun.

Akasha Fariduddin Atthar putra pertamaku yang berwajah tenang dan bermata lembut, ia duduk disampingku ia sedang memandangi sepasang embun yang berdiam di pucuk cemara.

Aku bertanya padanya, "nak, jalan apa yg sedang kau lalui dalam pengembaraan pikiranmu yang sunyi itu?"

Dengan pandangan mata yg lembut ia menoleh dan berkata padaku, "Tidak ada mata yang sanggup merenung dan mampu melihat keindahannya. Tidak ada akal yg mampu memahaminya. Tetapi dengan sifat ke-Maha Penyayangnya yg melimpah, Dia memberikan cermin yg dapat memantulkan dirinya dan sifat sifatnya yang agung, cermin itu adalah hati. Hanya jiwa jiwa yg bersih dan suci yg mampu mengarungi samudera hati dan melihatNYA. Peliharalah hati untuk selalu dekat denganNYA dan menerima kasih sayangnya yang melimpah, setelah itu kita akan bersyukur."

Aku tertegun mendengar kata - kata putraku, kupeluk dan kuciumi ia, "nak tahukah kamu, kenapa papa memberimu nama Akasha Fariduddin Atthar" tanyaku.

"Tidak tahu pah," jawabnya.

"Kamu harus mengetahui satu persatu arti dari namamu.." Balasku, sambil memeluk pundaknya.

"Apa artinya, pah?" ia menyahut.

"Hemmm dengarkan baik baik, akasha dalam sebuah ilmu pengetahuan filsafat hindu, akasha diartikan sebagai sebuah partikel yg pertama sekali diciptakan oleh tuhan, jauh sebelum alam semesta ada" kubilang

Aku menyelidik ke arah wajahnya dan kulihat ia penasaran untuk segera mengetahuinya lebih jauh.

"Lalu, pa?" Tanya-nya penasaran

Kugandeng tangannya lalu kulanjutkan bicara "Nah, dalam tataran keilmuan kita, menurut papa, akasha itu sama dengan Nur Muhammad, ya benar anakku, jauh sebelum alam semesta ini ada, Allah telah menciptakan Nur Muhammad terlebih dahulu, jadi alasan Allah menciptakan bumi dan seisinya itu adalah tak lain karena NUR junjungan kita Kanjeng Rosul Muhammad Shallahu 'alaihi Wassalam "

"Allahumma shollu alaih" tukasnya setengah berbisik.

"Lalu apa artinya Fariduddin Atthar pah?" Tanyanya lagi

Aku beranjak dari tempat duduk sebatang dahan kayu tua dan melanjutkan bicara "sebenarnya Fariduddin Atthar adalah seorang ulama' sufi yang hidup di jaman dinasti abasiyah di baghdad, masa dimana Islam bergelimang kejayaan, Ilmu Pengetahuan"

"Apa alasan papa memberikan nama itu?" Tanya anakku.

Aku menatap wajahnya lalu kujawab "Fariduddin itu artinya adalah permata agama anakku, kamu tau betapa berartinya permata kan? Ibaratnya nak, orang yang memiliki ilmu agama itu seperti teratai yang tumbuh di kubangan lumpur sekalipun ia nampak indah, papa memiliki pengharapan agar kamu menjadi orang yang memiliki ilmu agama yg luas, menjadi penerang sekaligus penunjuk jalan bagi sekelilingmu orang-orang buta yang tersesat tidak tahu jalan dan masih berkutat dalam kubangan lumpur-lumpur kotor."

"Atthar adalah wewangian nak, maksudnya ialah agar engkau mampu menebar wangi wangi kebaikan dari ilmu yang kau miliki"

"Itulah harapan papa untukmu anakku, Akasha Fariduddin Atthar tuangkanlah wangi wangi ke dalam cawan cawan ilmu-mu, jadilah manfaat untuk orang lain" pungkasku

Dia terhenyak diam meresapi kata-kataku, lantas aku memeluknya, kugandeng tangannya, kami segera meninggalkan lereng yang sunyi, menuju pasar pakem untuk membeli gatot dan tiwul untuk sarapan, kami berdua tersenyum setelah selesai bergegas pulang membawakan sarapan pagi untuk mama yang sudah menunggu dirumah.
Namamu Akasha Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdul Muta'ali

0 comments:

Posting Komentar