Share - Life - Techno

Lowongan Kerja Terbaru, Lowongan Kerja BUMN, Download Vector, Koran Gratis, Desain Grafis, Tips Blog, Tips IT, Artikel Pendidikan, Artikel Sejarah, Artikel Islam, Update Patch PES6, Dangdut Academy3

Kembali Meng- Eja Lama

Di awal era 00'an, bermula dari memasyarakatnya gadget ponsel (telepon seluler) dengan sebuah servis Pesan Pendeknya yang dikenal murah meriah dengan pembatasan 150 karakter setiap 1 Pesan-nya, maka dimulailah sebuah budaya baru yakni penulisan kata yang disingkat secara pendek untuk melakukan penghematan terhadap pembatasan karakter dalam layanan pesan singkat operator ponsel yang dikenal dengan istilah SMS (short message service).

sudah sangat terkenal di jaman ini, anak anak era sekarang biasa berkomunikasi dengan bahasa sms yang singkat, misalnya untuk menuliskan kalimat "aku sekarang sedang dijalan, mau berangkat sekolah" bila ditulis ke dalam pesan teks pendek akan berubah menjadi "aq skg lg  jln nh, mw brgkt skul" meski begitu sebenarnya panjang pendek sebuah pesan singkat itu tergantung dari kreatifitas masing masing person (manusia).

Saya termasuk orang yang tak pernah menyingkat sms, merunut karena pengalaman saya yang pernah begitu kesal dengan seorang cowok yang mengirimi sms dengan tampilan huruf yang sedemikian genitnya untuk ukuran seorang pria, apalagi singkatannya tidak bisa saya mengerti, susunan huruf yang disingkat itu kombinasi huruf besar kecil dan angka yang semerawut dan nyepeti mata. dikemudian hari tulisan itu dijuluki "4L4y" atau alay atau anak layangan atau apalah, yang lebih tidak bisa saya mengerti adalah menyingkat tulisan dengan begitu alay-nya di media social yang karakternya tidak dibatasi, mungkin kalau di twitter masih bisa diterima lantaran karakternya dibatasi 140 karakter, yang akhir akhir ini sedang trend istilah kultwit, yaitu menuliskan semacam kuliah atau ceramah yang ditulis berurutan dan ditandai dengan angka 1 sampai seterusnya lewat media twiter.

Beberapa waktu lalu saya baru tau ternyata artikel tentang alay ini dimuat di wikipedia, meski peringkat serp di google.com masih kalah dari dzofar.com blog keren milik ahli vector terkemuka Muhammad Ali Mudzofar yang juga sempat sempatnya menulis tulisan soal tulisan Alay.

Beberapa hari yang lalu saya iseng di search engine tentang buku buku lama seperti karya chairil anwar, ws rendra, buku buku lawas serta buku buku cetakan tahun 20', 30', sampai 50'. buku buku pada cetakan tahun tahun itu menggunakan ejaan lama van ophuijsen, Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda, yaitu menggunakan huruf Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda, antara lain:

  • huruf 'j' untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang.
  • huruf 'oe' untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.
  • tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma'moer,  ta', pa', dll.

Selain itu beerapa huruf seperti huruf C, J, Y, NY, dan KH berbeda penulisannya:


'c' menjadi 'tj' : cuci → tjoetji
'j' menjadi 'dj' : jarak → djarak
'y' menjadi 'j' : sayang → sajang
'ny' menjadi 'nj' : nyamuk → njamoek
'sy' menjadi 'sj' : syarat → sjarat
'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir

sebagai manusia yang lahir di awal era 90'an membaca dengan ejaan lama mungkin agak kurang fasih dan cepat, meskipun dalam sisi typografi terlihat keren, namun bila generasi era 00'an atau generasi muda saat ini masih saja menggunakan tulisan 4lAy dalam berkomunisi mode text,  yang saya ngeri membayangkan bila kelak menteri pendidikan dan kebudayaan bersikap 4lAy, membuat kebijakan yang mengubah ejaan yang telah disempurnakan seperti sekarang menjadi ejaan yang 4lAy, bisa dibayangkan betapa bingung, garuk garuk kepala atau cakar cakar pantat ketika seorang profesor yang sedang menguji tesis S2 anak didiknya, lantaran tulisan tulisannya tidak bisa dibaca?. barangkali saja profesor itu ambil tali dan gantung diri di depan mahasiswa S2 yang menulis tesisnya dengan tulisan 4laY??? "pAraH beUdh kAnn?".
Kembali Meng- Eja Lama Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Bhre Banyu Bening

0 comments:

Posting Komentar