Kronologi Kematian Bung Karno

Sumber : Wikipedia
Berpuluh puluh, atau beratus ratus buku, mungkin saja untuk menuliskan kisah perjuangan bapak bangsa, seorang founding father, bapak proklamator Republik ini, siapa lagi kalau bukan Ir. Soekarno, pemimpin yang visioner mimiliki sejarah panjang sejak pergerakan nasional, perang kemerdekaan, hingga Proklamasi yang ia deklarasikan bersama Muhammad Hatta. namun siapa yang mengira jika beliau yang jasanya begitu besar terhadap berdirinya republik ini tidak sebanding dengan yang ia terima, bahkan ketika diakhir hayatnya.

seolah perkataan yang sering ia gemakan ketika berpidato di podium "Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa jasa para pahlawannya" tidak berarti apa apa, bahkan untuk dirinya sendiri. bukan salah Bung Karno, namun arogansi penguasa pada masa itu yang membuatnya tampak tergolek lemah jauh dari kesan gagah, pidato berapi api membakar gelora juang anak anak muda diatas podium dengan seragam kebesaran lengkap dengan peci hitamnya yang khas dikenal oleh seluruh dunia.

Ada twit menarik dari @imanbr di twitter yang menuliskan kronologi kematian bung karno, yang membuat gue tertarik juga untuk mem-bookmark nya di blog gue, berikut kicauannya.
  • Hari ini 42 tahun lalu, Soekarno - Bapak bangsa - meninggal dunia dg tragis. Mati dalam status tahanan politik #MatinyaBK
  • Berbeda dg Syahrir, lawan politiknya yg diijinkan berobat ke LN. Soekarno tdk boleh mendapat perawatan semestinya #MatinyaBK
  • Sebelumnya di pengasingan di Istana Batu Tulis, malah Dokter hewan yg dipanggil utk merawat. Lalu di Jakarta tdk boleh cuci darah #MatinyaBK
  • Dokter Mahar Marjono, meminta alat cuci darah utk ginjalnya Soekarno. Alat tinggal diimpor, hanya penguasa orde baru menolak #MatinyaBK
  • Akibat tidak bisa cuci darah. Wajah & tubuh Soekarno semakin bengkak2. Karena racun ngumpul dlm tubuhnya #MatinyaBK
  • Memang penguasa orde baru ingin bunuh perlahan lahan. Bahkan ketika Soekarno mau cabut gigi. Militer memanggil dr Oei Hong Kian #MatinyaBK
  • Oleh tentara yg jaga Soekarno. Drg. Ong diberi peralatan cabut gigi peninggalan jaman Jepang. Tentu saja Drg Ong menolak memakai #MatinyaBK
  • 6 Juni 1970. Tepat ulang tahunnya BK. Rahmawati sudah melihat ayahnya yg bersuara tidak jelas dan tubuhnya bengkak bengkak #MatinyaBK
  • Rahmawati memotret Soekarno yg bengkak2 ini, lalu fotonya tersebar luas di media. Akhirnya Rahma diinterograsi militer #MatinyaBK
  • Beberapa hari setelah ultah, Bung Karno dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Kesehatannya semakin memburuk #MatinyaBK
  • Dewi dan anaknya Karina sudah menunggu di Spore.Menunggu clearance masuk dari penguasa orba utk masuk Jakarta #MatinyaBK
  • Bang Ali sebagai Gub Jakarta melobby Jend Soemitro untuk mengijinkan Dewi masuk utk menengok Soekarno #MatinyaBK
  • Ketika Dewi datang. Ia membawa Karina. " ini ayahmu ". Soekarno tangannya bergerak gerak. Habis itu diam lagi #MatinyaBK
  • Hatta bisa datang menembus karantina, datang menjenguk sahabatnya ini. Soekarno yang tertidur dalam sprei lusuh terbangun #MatinyaBK
  • Hatta melirik ke buah pisang yang dipenuhi ngengat karena sudah lama tak diganti. Mereka berdua berpegangan tangan #MatinyaBK
  • Menurut Meutia Hatta, keduanya tidak bercakap cakap, hanya berpandangan, & Hatta memijit tangan Soekarno. Air mata Hatta menetes #MatinyaBK
  • Namun. Ada yg bilang, Soekarno hanya mengucapkan sepatah kata. " Hatta..Kamu disini ? " Habis itu terdiam. Hatta menangis #MatinyaBK
  • Ketika Hatta pamit pulang, Soekarno meneteskan air matanya. Ia menangis karena tahu bahwa ini adalah pertemuan mereka terakhir #MatinyaBK
  • Sesekali Hatta menoleh kebelakang dan melihat dokter dokter tentara yang tidak peduli. Hatta merasa asing dgn negeri ini #MatinyaBK
  • 21 Juni 1970, pada pukul 04.30 WIB, pihak RSPAD menghubungi Rachma dan saudara2nya. Diminta segera ke RSPAD menemui Bung Karno #MatinyaBK
  • Nafas BK tersenggal senggal, dia sudah hampir tak sadarkan diri subuh itu. Soeharto dibangunkan utk diberi tahu berita ini #MatinyaBK
  • 07.00 WIB, Rachma dan saudara2 nya dipersilakan memasuki ruang Bung Karno. Alat bantu pernafasan dan jarum infus telah dilepas #MatinyaBK
  • Bung Karno tergolek lemah. Matanya tertutup rapat, nafasnya satu-satu. Tak lama, malaikat maut menjemput sang proklamator itu #MatimyaBK
  • Rahma mengenang, Ada satu periode kami tak bisa membesuk bapak. Bahkan seminggu dijatah hanya 3 kali #MatinyaBK
  • Setelah BK dinyatakan meninggal. Anak2BK dipersilahkan kembali ke rumah. Jenasah akan diputuskan penguasa miiter dibawa kemana #MatinyaBK
  • Fatmawati bersikeras jenasah BK dibawa ke rumahnya di Jalan Sriwijaya. " Ini rumah dia, bawa dia kesini " Tapi militer menolak #MatinyaBK
  • Kelak Ibu & ayah saya bercerita pada saya. Tentang kedatangan jenasah BK yg dibawa ke Wisma Yaso ( skrg Musuem Satria Mandala ) #MatinyaBK
  • Kembali ke kesaksian yang diceritakan ibu saya. Saat itu belum banyak yang datang, termasuk keluarga Bung Karno sendiri #MatinyaBK
  • Bung Karno meninggal mengenakan sarung lurik warna merah serta baju hem coklat. Wajahnya bengkak dan rambutnya sudah botak #MatinyaBK
  • Kita tidak membayangkan kamar yang bersih, dingin berAC dan penuh dengan alat alat medis disebelah tempat tidurnya di Wisma Yaso #MatinyaBK
  • Yang ada hanya termos dengan gelas kotor, serta buah yang sudah hitam dipenuhi jentik jentik seperti nyamuk #MatinyaBK
  • Kamarnya luas & jendelanya blong tidak ada gordennya. Dari dalam terlihat halaman belakang yg ditumbuhi alang2 setinggi dada #MatinyaBK
  • Setelah itu Bung Karno diangkat. Tubuhnya dipindahkan ke atas karpet di lantai di ruang tengah. Masih sedikit yg hadir #MatinyaBK
  • Kemudian beberapa orang disana sungkem kepada jenasah, sebelum akhirnya Guntur Soekarnoputra datang, dan juga orang orang lain #MatinyaBK
  • Dalam catatan Kolonel Saelan,“ BK diinterogasi dengan cara yang amat kasar, dengan memukul mukul meja dan memaksakan jawaban #MatinyaBK
  • Selain itu Dr Kartono Mohamad, : BK hanya diberi vitamin B, B12 dan duvadillan, padahal penyakitnya Ginjal #MatinyaBK
  • Namun Pemerintah orde baru juga kebingungan kemana hendak dimakamkan jenasah proklamator #MatinyaBK
  • Walau BK ingin kelak dimakamkan di Istana BatuTulis . Pihak militer tak mau ambil resiko makam Soekarno berdekatan dg ibu kota #MatinyaBK
  • Maka dipilih Blitar, kota kelahirannya sbg peristirahatan terakhir. Tentu saja Presiden Soeharto tidak menghadiri pemakaman ini #MatinyaBK
  • Jenasah BK secara resmi disemayamkan di Wisma Yaso. Jutaan rakyat bagai semut berkumpul memadati jalanan #MatinyaBK
  • Jenasah BK dibawa menuju Halim utk diterbangkan dengan Hercules ke Madiun. Jend M Panggabean akan jadi Inspektur upacara #MatinyaBK
  • Edhie Sunarso seorang pematung yg sedang mengerjakan Tugu Dirgantara Pancoran, melihat dari atas patung, iring iringan jenasah #MatinyaBK
  • Ia langsung turun dan ikut rombongan menuju Blitar. Ia mengenang, ketika sakitpun BK menjual mobil pribadinya utk biaya patung #MatinyaBK
  • Sangat berbeda dengan perlakuan thd mantan Presiden Soeharto, yg tersedia dokter an peralatan canggih utk memperpanjang hidupnya #MatinyaBK
  • Sekalipun Soeharto tdk pernah datang berhadapan dengan pemeriksanya, dan tim kejaksaan harus datang ke rumahnya di Cendana #MatinyaBK
  • Bahkan tim Kejaksaan harus menyesuaikan dengan jadwal tidur siang sang Presiden Soeharto ! #MatinyaBK
  • Fatmawati tetap keras kepala sampai ajal BK. Ia tak mau menghadiri ke pemakaman suaminya. Ia tdk memaafkan BK yg kawin lagi #MatinyaBK
  • Namun satu hal , ia tetap mencintai Bung Karno. Dengan caranya sendiri. Ia mengirim bunga ke Wisma Yaso #MatinyaBK
  • Ia hanya mengirim karangan bunga bertuliskan. “ Cintamu yang selalu menjiwai rakyat. Cinta Fat “ #MatinyaBK

Related Posts:

1 komentar: